Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara

0 102

Lokasi Cagar Alam Gunung Ambang

Cagar Alam Gunung Ambang berada di kaki Gunung Ambang, atau tepatnya di timur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Botim). Cagar alam ini menempati lahan seluas 8.638 hektar dan telah diresmikan oleh Menteri Kehutanan (Mentan) Republik Indonesia pada tanggal 21 Juni 1978. Keberadaan cagar alam ini juga telah mendapat perlindungan hukum melalui surat keputusan Mentan No. 359/Kpts/Um/6/1978 tertanggal 21 Juni 1978.

Cagar Alam Gunung Ambang

Cagar Alam Gunung Ambang menjadi rumah bagi banyak spesies langka seperti anoa yang telah ditetapkan sebagai salah satu satwa yang dilindungi Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Selain itu, cagar alam ini juga menjadi surga bagi para pengamat burung, terutama burung hantu. Pasalnya, tempat paling potensial untuk mengamati burung hantu jenis Cinnabar Hawk Owl hanya terdapat di Cagar Alam Gunung Ambang. Maka tidak mengherankan jika banyak peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri, dan wisatawan yang memiliki hobi meilhat burung menyempatkan diri untuk datang ke tempat ini.

Medan yang cukup bersahabat memudahkan bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Cagar Alam Gunung Ambang. Hal ini memungkinkan bagi Anda untuk mengajak serta anak, istri, dan anggota keluarga lainnya untuk berwisata keluarga ke Cagar Alam Gunung Gunung Ambang dan menikmati potensi flora dan fauna yang tersaji di dalamnya.

Keistimewaan Cagar Alam Gunung Ambang

Cagar Alam Gunung Ambang merupakan habitat satwa langka yang tidak bisa ditemukan di tempat lain atau bahkan yang berada di ambang kepunahan. Satwa-satwa langka tersebut antara lain: anoa pegunungan, babirusa, monyet hitam Sulawesi, Cinnabar Hawk Owl (burung hantu jenis Cinabar), dan Minahassa Masked Owl atau Tyto Inexspectata (burung hantu jenis Minahasa). Anoa dan babirusa merupakan hewan langka yang berada di ambang kepunahan. Hewan yang terakhir kali ditemukan pada akhir 1990-an ini masih bisa dijumpai jejak-jejaknya di Cagar Alam Gunung Ambang.

Selain di Cagar Alam Gunung Ambang, sebenarnya anoa dan babirusa juga sempat berhabitat di Cagar Alam Tangkoko dan Suaka Margasatwa Manembo-nembo. Namun di kedua tempat tersebut, anoa dan babirusa dikabarkan telah punah, sehingga peluang kita masih bisa melihat anoa dan babirusa bergantung pada kelangsungan Cagar Alam Gunung Ambang karena di tempat ini, jejak kedua hewan endemik Sulawesi Utara tersebut masih bisa ditemukan meskipun wujud aslinya belum bisa dilihat.

Source Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara
Comments
Loading...