Candi Gumuk Kancil Di Banyuwangi

0 264

Candi Gumuk Kancil

Candi yang berlokasi di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kec. Glenmore, Banyuwangi. Candi ini merupakan candi yang bermotif Prambanan, candi ini juga di garap selama 132 hari dengan dana Rp. 150 juta dan resmi pada 11 agustus 2002. Letak dari candi ini mudah di jangkau. Jaraknya ± 80 km dari barat Kota Banyuwangi. Candi ini berada di pinggir hutan milik Kesatuan Pemangku hutan / KPH. Perhutani Banyuwangi Barat itu sebenarnya dibuka untuk umum. Selain lokasinya bagus, tempat itu oleh umat hindu disucikan karena dipercaya sebagai petilasan Maha Rsi Markandeya, seorang tokoh penyebar agama Hindu pertama di jawa. Selain candi Agung gumuk kancil juga ada Pura Puncak Raung dan Beji.

Candi gumuk kancil merupakan candi yang berstatus cagar budaya dan merupakan tempat wisata spiritual yang di tetapkan Pemkab Banyuwangi. Candi ini juga di kenal candi yang mistis. Adanya candi Gumuk Kancil ini tak lepas dari sosok Maha Rsi Markandeya yaitu tokoh spiritual adab ke 7 M. Sebelum pindah ke bali ia hidup dan mempunyai pasraman di lereng Gunung Raung, Banyuwangi.

Candi di Gumuk Kancil itu terbuat dari batu andesit yang konon didatangkan dari puncak Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali, dibangun tahun 2001. Arsiteknya tokoh spiritual kejawen yang juga juru kunci Candi Prambanan, Yogyakarta, Dulhamid Jaya Prana. Berdirinya candi bertepatan dengan purnama kanem penanggalan Jawa. Candi yang berdiri di lahan seluas 25 are itu dilengkapi dengan arca Maha Rsi Markandeya, Ciwa dan Budha. Semuanya berbahan baku batu merapi. Selain itu juga ada bale pawedan, tempat sesajen dan senderan.

Dulu sepanjang lereng Raung di percaya menjadi wilayah pasraman yang di tempati masyarakat Jawa Aga. Komunitas Hindu di lereng Raung tersebar di dua dusun, Sugihwaras dan Wono Asih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Dua dusun terpencil ini berlokasi di lereng selatan Raung.Kepastian bekas kehidupan Resi Markandeya di lereng Raung diketahui warga sekitar tahun 1966. Saat itu Agama Hindu sedang berkembang setelah terjadi pergolakan politik peristiwa G 30 S/PKI. Pengikut ajaran kejawen memilih Hindu sebagai patokan sembahyang. Setelah itu, warga yang hidup di pinggir hutan Raung, tepatnya di Gumuk Kancil menemukan sebuah genta terbuat dari kuningan.

Pada saat itu pula perkakas lainnya di temukan di tempat ini seperti arca siwa. Kebanyakan barang itu di buat dari kuningan. Tak hanya itu warga juga menemukan perabotan rumah tangga seperti cangkir, uang kepeng, kendi dan tempat tirta. Benda benda tersebut di temukan dalam timbunan tanah. Selain itu warga juga menemukan bekas candi di tengah hutan yang di buat dari batu padas dengan ukiran yang indah. Arca siwa lingam juga di temukan di tempat ini. Lokasinya di tengah hutan Gumuk Payung, Kecamatan Sempu, sekitar lima kilometer arah timur lereng Raung.

Untuk mengenang ajaran dari Rsi Markandeya, umat setempat membuat sebuah candi di Gumuk Kancil, yang bentuknya seperti batu di atas bukit. Posisinya menghadap ke puncak gunung. Umat hindu juga mempercayai bahwa tempat ini adalah bekas tempat pertapaan Rsi Markandeya. Bahan batu yang di gunakan membuat candi ini di usung dari Gunung Agung Bali dan Muntilan, Jateng. Jenis batu Gunung agung adalah andesit. Candi Agung Gumuk Kancil sengaja bermotif Prambanan karena Prambanan dikenal sebagai candi terbesar umat Hindu. Karena itu candi ini menjadi simbol persatuan Jawa-Bali. Pada candi setinggi 13 m itu juga ada arca utama, yaitu siwa mahadewa di timur, Rsi Markandeya dan Tri Murti di sisi barat.

Source Candi Gumuk Kancil Candi Gumuk Kancil
Comments
Loading...