Situs Biting Majapahit

0 205

Situs Biting Majapahit

Situs Biting adalah sebuah situs arkeologis yang terletak di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Provinsi Jawa Timur.Benteng yang memiliki luas sekitar 135 hektare ini di duga merupakan sebuah benteng yang terkait dengan Kerajaan Majapahit. Di perkirakan bahwa situs benteng ini merupakan bagian dari Kerajaan Lamajang yang terpendam. Lamajang ini sendiri memiliki hubungan erat dengan kerajaan besar, Majapahit. Di Babad Tanah Jawa, Kerajaan Lamajang sering disebut Majapahit Timur.

Kawasan Situs Biting adalah sebuah kawasan ibu kota kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin Prabu Arya Wiraraja yang dikelilingi oleh benteng pertahanan dengan tebal 6 meter, tinggi 10 meter dan panjang 10 km. Hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta tahun 1982-1991, Kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektare yang mencakup 6 blok/area merupakan blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Dalam Babad Negara Kertagama, kawasan ini disebut Arnon dan dalam perkembangan pada abad ke-17 disebut Renong dan dewasa ini masuk dalam desa Kutorenon yang dalam cerita rakyat identik dengan “Ketonon” atau terbakar. Nama Biting sendiri merujuk pada kosa kata Madura bernama “Benteng” karena daerah ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh.

Berdasarkan cerita rakyat, pendiri benteng di wilayah ini adalah Menak Koncar yang menjabat sebagai Adipati Majapahit. Graaf dan Pigeaud (1865) menyebutkan Menak Koncar sebagai tokoh legendaris yang dianggap masyarakat sebagai penguasa Lumajang pada akhir masa kerajaan Majapahit. Peristiwa tersebut terjadi sekitar abad XIV Masehi. Diduga yang dimaksud dengan Menak Koncar adalah orang yang memiliki hubungan dengan Nambi, yaitu Arya Wiraraja.

Berita tentang Lumajang terdengar kembali pada masa Mataram Islam (abad XVI-XVIII), yaitu pada masa pemerintahan Panembahan Senopati ketika Panembahan Senopati memerintahkan untuk menaklukkan daerah-daerah sebelah timur, maka Lumajang dan Renong diserang dan dihancurkan oleh pasukan Ki Tumenggung Alap-Alap (Olthoff, 1941 dalam Tim Studi, 1995).

Pada area situs biting ini terdapat  temuan berupa tumpukan – tumpukan batu bata yang besar. Ukuran dari satu bata saja 40 x 20 x 5 cm. Di duga tumpukan bata yang satu terangkai dengan tumpukan lain dengan penghubung masih tertimbun pada dalam tanah. Penggalian di area ini di mulai pada tanuh 2006, yaitu saat sejumlah warga mendapati tumpukan batu bata berukuran besar berada di area persawahan mereka. Lalu informasi ini langsung di cocokkan dengan peta situs Biting yang di miliki Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal (BP3) Trowulan. BP3 memang pernah mengirim 4 orang ke situs tersebut untuk pemantauan awal.

Source Situs Biting Majapahit Menguak Misteri Situs Biting, Benteng Majapahit Timur
Comments
Loading...