Prasasti Talang Tuwo Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

0 782

Prasasti Talang Tuwo

Prasasti ini  merupakan salah satu prasasti  dari  Kerajaan Sriwijaya. Prasasti  peninggalan dengan kondisi yang masih baik dengan ukuran 50 cm x 80 cm.Prasasti ini ditemukan oleh  Louis Constant Westenenk (Residen Palembang)  pada tanggal 17 November 1920 di kaki Bukit Seguntang.Prasasti yang sampai saat ini dilestarikan dan  dapat dikunjungi di kawasan  6 km dari Kedukan Bukit, Sumatera Selatan, Indonesia.

Ditemukan beberapa kalimat aksara di prasati ini, di antaranya yaitu  mwiya . dṅan samigra . ña yaŋ kāyu nimakan wuaḥña . tathapi hāur wuluḥ pattuŋ ityewamādi . punarapi yaŋ parlak wukan kalimat ini berbahasakan  melayu yang memang banyak ditemui pada peninggalan Kerajaan Sriwijaya.  Namun dapat pula ditemukan prasasti dengan  bahasa Indonesia. Bahasa dalam prasasti sedikit berbeda dengan bahasa sekarang, contoh pada waktu dulu yaitu ni dan sekarang yaitu di.

Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini,  menceritakan tentang pembangunan sebuah taman oleh raja Sriwijaya yang ditujukan  bagi para rakyatnya. Pada  prasasti itu disebutkan bahwa taman itu terletak disebuah tempat yang mempunyai pemandangan indah. Lahan yang digunakan untuk membuat taman ini berbukit-bukit dan berlembah,yang akirnya  mengalir ke sungai musi. Adapun terjemahan dari prasasti talang Tuwo yaitu sebagai berikut :

Pada tanggal 23 Maret 684 Masehi, pada saat itulah taman ini yang dinamakan Sriksetra dibuat di bawah pimpinan Sri Baginda Sri Jayanasa. Inilah niat baginda: Semoga yang ditanam di sini, pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan bermacam-macam pohon, buahnya dapat dimakan, demikian pula bambu haur, waluh, dan pattum, dan sebagainya; dan semoga juga tanaman-tanaman lainnya dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolamnya, dan semua amal yang saya berikan, dapat digunakan untuk kebaikan semua mahluk, yang dapat pindah tempat dan yang tidak, dan bagi mereka menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan. Jika mereka lapar waktu beristirahat atau dalam perjalanan, semoga mereka menemukan makanan serta air minum. Semoga semua kebun yang mereka buka menjadi berlebih (panennya). Semoga suburlah ternak bermacam jenis yang mereka pelihara, dan juga budak-budak milik mereka. Semoga mereka tidak terkena malapetaka, tidak tersiksa karena tidak bisa tidur.

Apa pun yang mereka perbuat, semoga semua planet dan rasi menguntungkan mereka, dan semoga mereka terhindar dari penyakit dan ketuaan selama menjalankan usaha mereka. Dan juga semoga semua hamba mereka setia pada mereka dan berbakti, lagi pula semoga teman-teman mereka tidak mengkhianati mereka dan semoga istri mereka bagi istri yang setia. Lebih-lebih lagi, di mana pun mereka berada, semoga di tempat itu tidak ada pencuri, atau orang yang mempergunakan kekerasan, atau pembunuh, atau penzinah dari Tiga Ratna, dan semoga mereka tidak terpisah dari Tiga Ratna itu. Dan juga semoga senantiasa (mereka bersikap  murah hati, taat pada peraturan, dan sabar; semoga dalam diri mereka terbit tenaga, kerajinan, pengetahuan akan semua kesenian berbagai jenis; semoga semangat mereka terpusatkan, mereka memiliki pengetahuan, ingatan, kecerdasan.

 Lagi pula semoga mereka teguh pendapatnya, bertubuh intan seperti para mahasattwa berkekuatan tiada bertara, berjaya, dan juga ingat akan kehidupan-kehidupan mereka sebelumnya, berindra lengkap, berbentuk penuh, berbahagia, bersenyum, tenang, bersuara yang menyenangkan, suara Brahma. Semoga mereka dilahirkan sebagai laki-laki, dan keberadaannya berkat mereka sendiri; semoga mereka menjadi wadah Batu Ajaib, mempunyai kekuasaan atas kelahiran-kelahiran, kekuasaan atas karma, kekuasaan atas noda, dan semoga akhirnya mereka mendapatkan Penerangan sempurna lagi agung.”

 

Source Prasasti Talang Tuwo Prasasti Talang Tuwo
Comments
Loading...