Sejarah Rumah Wafat W.R. Supratman Surabaya

0 7

Lokasi Rumah Wafat W.R. Supratman

Rumah wafat ini terletak di Jalan Mangga No. 21 Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Rumah Wafat W.R. Supratman

Selama di Surabaya, Supratman juga tidak bisa lepas dari biolanya. Dengan biola ini, WR Supratman telah berhasil menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari lagu inilah, Supratman menjadi incaran daftar yang dicari oleh pihak Kompeni. WR Supratman menghembuskan nafas terakhir pada hari Rabu Wage jam 12 tengah malam tanggal 17 Agustus 1938. Ia meninggal di rumah kakaknya tertua Ny. Roekijem Soepratijah di Jl. Mangga lingkungan Tambaksari Surabaya.

WR Supratman meninggal dunia tanpa meninggalkan harta. Ia hanya meninggalkan secarik kertas not-not musik lagu ciptaannya yang terakhir kepada bangsanya. Atas sumbangsihnya kepada bangsa inilah, rumah tersebut akhirnya dijadikan sebagai Rumah Wafat WR Supratman.

Rumah Wafat WR Supratman ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dalam pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya Nomor: 188.45/251/402.1.04/1996 dengan nomor urut 56.

Bangunan Rumah Wafat WR Supratman

Bentuk rumah begitu sederhana dengan ukuran 5x 10 meter menghadap ke arah timur. Dengan luas halaman yang sempit. Halaman di hiasi taman mungil dan patung Supratman seukuran manusia tengah memainkan biola. Di depannya jalan berukuran 3 meter.

Dalam Rumah ini hanya terdapat 2 kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. Ruang tamu terpampang foto-foto WR. Supratman dengan keluarga dan teman dekat. Di pojok ruang tamu terdapat lemari berisi replika Biola. WR. Soepratman tinggal di kamar depan. Kamar ini unik tidak ada akses masuk dari kamar ini, selain dari jendela depan ini untuk mengelabui aparat hindia belanda. Beliau tinggal di rumah ini sejak tahun 1936.

Source Sejarah Rumah Wafat W.R. Supratman Surabaya Jawa Timur

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.