Sejarah Gereja Kayutangan Malang

0 9

Lokasi Gereja Kayutangan

Gereja Kayutangan terletak di Utar Alun-alun, Kota Malang, Jawa Timur.

Sejarah Gereja Kayutangan

Gereja Kayutangan menjadi penanda Kota Malang, terutama dengan dua menaranya yang menjulang. Saat itu, Malang masih merupakan sebuah kota kabupaten, belum merupakan sebuah pemerintah kota. Sebenarnya sejak tahun 1880 sudah ada sebuah gereja yang terletak di sebelah utara alun-alun (sekarang sudah dibongkar) yang dipakai bersama-sama oleh umat Katolik dan umat Protestan.

Pada tahun 1897 umat Katolik menumpang pendopo Kabupaten Malang sebagai tempat peribadatan. Saat itu paroki dipimpin oleh Romo Godefriedus Daniel Augustinus Jonckbloet. Sementara itu Bupati Malang adalah R.A. Notodiningrat III yang memerintah pada 1854-1898. Pendopo kabupaten beberapa lama menjadi gereja Katolik lengkap dengan orgel, kamar pengakuan dosa, mimbar dan bangku komuni. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 1905 barulah Gereja Kayutangan dibangun di utara alun-alun. Hal ini menjadikannya sebagai gereja Katolik tertua di Kota Malang.

Pendirian Gereja Hati Kudus Yesus di Jalan Kayoetangan ini sebenarnya secara tidak langsung mempunyai hubungan erat dengan sejarah perkembangan arsitektur kolonial di Hindia Belanda. Gereja ini termasuk golongan bangunan yang dibangun oleh arsitek antara tahun 1900-1915. Segolongan dengan bangunan Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia) yang didirikan tahun 1914, yang teletak di sebelah utara alun-alun, dan Palace Hotel (sekarang Hotel Pelangi) didirikan tahun 1916 yang terletak di sebelah selatan alun-alun.

Bangunan Gereja Kayutangan

Gereja Kayutangan memiliki gaya arsitektur yang unik, yaitu Neogothik yang memang sedang melanda banyak bangunan gereja di Eropa pada abad XIX. Ini terlihat dari struktur gedung yang tinggi. Struktur bangunan memiliki kerangka kokoh pada dinding dan atap yang berfungsi sebagai penutup. Gereja ini juga memiliki jendela dan pintu yang besar pada dinding yang dibangun dengan konstruksi skelet. Hal ini tampak pada tembok luar gereja yang ditopang tiang peyangga dinding berbentuk persegi.

Ukuran gereja yang ada di Malang ini lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ada di Batavia. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan kota dan banyaknya umat Katolik di Malang. Memang bentuknya memiliki ciri-ciri Neogothik yang kuat meskipun tidak dapat dibandingkan dengan gereja-gereja Gothik yang megah di Eropa seperti Notre Dame di Paris atau Westminster Abbey di Inggris. Pembangunan gereja ini disesuaikan dengan bahan bangunan serta teknik membangun setempat.

Source Sejarah Gereja Kayutangan Malang Jawa Timur

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.