Museum Benteng Heritage Tangerang

0 8

Lokasi Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage ini terletak di Jalan Cilame No. 20 Pasar Lama, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Sejarah Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage merupakan hasil restorasi sebuah bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa yang menurut perkiraan dibangun pada pertengahan abad 17 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang. Bangunan ini terletak di Jalan Cilame No. 20, Pasar Lama, Tangerang yang juga adalah zero point-nya Kota Tangerang karena di sinilah cikal bakal pusat Kota Tangerang, yang dulunya disebut Kota Benteng terbentuk.

Tindakan restorasi ini berbekal pada kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dari setiap budaya dan tradisi yang ada di Bumi Persada Nusantara. Untuk itulah kami tergerak untuk turut berpartisipasi aktif melakukan penyelamatan situs-situs budaya yang masih tercecer agar tidak punah sama sekali dan mengakibatkan kita menjadi bangsa yang miskin dengan peradaban sehingga mengalami “amnesia sejarah”.

Di museum benteng heritage ini, pengunjung akan menemukan banyak hal-hal unik di balik sejarah kehidupan etnik Tionghoa serta berbagai artefak yang menjadi saksi bisu kehidupan masa lalu, mulai dari kedatangan armada Cheng Ho dengan rombongan yang terdiri dari sekitar 300 kapal jung besar dan kecil membawa hampir 30.000 pengikutnya.

Koleksi Museum Benteng Heritage

Sejarah orang Tionghoa ke Nusantara telah terjadi beberapa abad yang lalu. Dalam buku catatan sejarah Sunda, “Tina Layang Parahyangan”, dikatakan bahwa pada tahun 1407 rombongan orang Tionghoa yang dipimpin oleh Chen Cie Lung (Ha Lung) mendarat di pantai utara Tangerang yang dikenal dengan nama Teluk Naga. Mereka kemudian bermukim dan membuka lahan pertama di sepanjang sungai Cisadane. Rombongan ini diyakini merupakan pengikut Laksamana Cheng Ho, seorang muslim Tionghoa yang diutus oleh Kaisar Yongle (Zhu Di) dari Dinasti Ming, Tiongkok.


David Kwa, seorang pengamat Cina Benteng dan sekaligus seorang Tionghoa Peranakan, mengatakan bahwa orang Tionghoa yang ada di Tangerang maupun Jakarta umumnya berasal dari bagian selatan Provinsi Hokkian (Fujian), yakni wilayah sekitar Ciang-ciu (Zhangzhou), E-mui (Xiamen), dan Coan-ciu (Quanzhou) di Cina selatan. Waktu itu, karena yang datang umumnya kaum laki-lakinya dan hampir tidak ada perempuan Cina yang bermigrasi, laki-laki Tionghoa totok (sin-kheh) ini lalu menikahi perempuan setempat dan membentuk keluarga. Hasil perkawinan campur inilah yang kemudian membentuk komunitas Tionghoa Peranakan (David Kwa, 2005).

Kaum Tionghoa Peranakan di Tangerang atau Jawa pada umumnya tidak dapat berbahasa Tionghoa lagi dan berbahasa Melayu dan atau dialek setempat: Sunda atau Jawa. Budaya mereka merupakan akulturasi antara budaya Tionghoa dari pihak laki-laki dan budaya lokal dari pihak perempuan.

Pemukiman Tionghoa berkembang pesat setelah benteng Tangerang – lokasinya Benteng Jaya, belakang Plaza Tangerang, sekarang – dibangun sekitar 1730 oleh Belanda sebagai pertahanan terhadap serangan Banten yang ingin merebut kembali Batavia. Dari pertahanan inilah, lahir nama Benteng sebagai nama lain Kota Tangerang karena pada sekitar abad ke-17 terdapat benteng yang didirikan oleh Belanda dan dijaga oleh tentara yang berasal dari Makassar yang merupakan taklukan Belanda.

 

Source Museum Benteng Heritage Tangerang Tangerang

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.